Akbar's Scratch

My photo
One of Indonesian people. A Moslem Doctor. My dreams is my adventures, and my adventures is my life.

Popular Posts

Categories

Blog Archive

Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts

Janin yang Terlindungi



خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَ‌ٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ ﴿٦﴾
“... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az-Zumar [39]: 6)


Gambar ini membuat semua berfikir bagaimana Allah Azza wa Jalla menjadikan lendir-lendir ini sebagai wakil (pelindung) dari seorang janin tatkala ia berada di dalam kandungan ibunya, di saat dia tidak punya siapa-siapa melainkan Allah Azza wa Jalla.

Peristiwa Jatuhnya Benda Langit yang Diinformasikan Al-Qur’an


أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ﴿١٦﴾ أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ﴿١٧﴾
Atau sudah merasa amankah kalian, Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepada kalian? Namun kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku. Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan(rasul-rasul-Nya).Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!” (QS. al-Mulk [67]: 17-18)

Sumber: www.kabartop.com

Tim Gehryl telah berhasil menghitung jumlah asteroid yang garis orbitnya bersinggungan dengan garis orbit bumi sehingga menjadi ancaman serius bagi bumi. Pada penghujung dekade 80-an, tim ini berhasil menemukan sekitar 15 buah asteroid yang memiliki ukuran yang cukup berbahaya terhadap kehidupan manusia di muka bumi. Dan kini, jumlah itu telah bertambah menjadi 35 buah.

Pada tahun 1994, setidaknya ada 100 asteroid berbahan dasar logam yang melintasi orbit bumi.Rata-rata diameter asteroid tersebut 20 mil sehingga apabila berbenturan dengan bumi bisa memusnahkan seluruh kehidupan yang ada di muka bumi.

Al-Qur’an Menantang Dunia



وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِّن مَّاءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٤٥﴾
Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. an-Nur [24]: 45)
         


Makhluk-makhluk di atas memiliki bentuk dan rupa yang menakjubkan sekaligus aneh—karena kita belum pernah melihat yang seperti itu. Mereka juga mendapat rezeki dan mengalami kematian seperti makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain.

Dr. Frank Dryk yang bertanggung jawab atas program pencarian makhluk berakal di galaksi-galaksi alam semesta, menerangkan tentang makhluk luar angkasa dalam satu karyanya: “Apakah di sana ada orang?” apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Dr. Frank Dryk menuliskan: “Dari jarak jauh dengan cahaya yang temaram, mereka akan dianggap manusia. Mereka juga memiliki kepala dan mata. Tetapi bedanya, makhluk luar angkasa ini memiliki empat tangan, bukan dua, dan diyakini mereka juga mati dengan cara biasa.

Pendapat Paling Tepat tentang Bumi dan Bulan



أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَ‌ٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَ‌ٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٧٠﴾
Tidaklah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. (QS. al-Hajj [22]: 70)


Menyambung postingan sebelumnya, gambar-gambar ini diambil dari Science Journal.


Gambar (1): Sebuah teori klasik menyatakan bahwa sejak awal terbentuknya, bulan adalah sebuah benda gelap, kemudian ditarik oleh bumi untuk mengelilinginya. Namun, sejumlah perjalanan ke bulan telah membuktikan bahwa teori itu keliru. 

Gambar (2): Sebuah perubahan mendasar terjadi pada pendapat para ilmuwan yang menyatakan bahwa bulan merupakan pecahan dari bumi pada saat bumi baru terbentuk.

Gambar (3): Pada mulanya bulan bersinar seperti matahari, tetapi kemudian mendingin dan padam.

Gambar (4): Sebuah teori mutakhir menyatakan bahwa sebuah hantaman pada permukaan bumi telah menyebabkan terbentuknya bulan dengan kondisi yang amat panas dan bersinar seperti matahari. Namun, kemudian sinar bulan padam seiring perjalanan waktu.

Menjelajahi Luar Angkasa Bersama Al-Qur’an



يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَ‌ٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٢٥﴾
“…Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. al-An’am [6]: 125)


Siapakah sebenarnya yang telah memberi tahu Nabi Muhammad tentang hubungan antara dada manusia dengan terbang ke langit (luar angkasa)? Itulah yang ditegaskan sains modern tentang ruang angkasa yang telah dibuktikan melalui berbagai observasi. Observasi ini telah mendorong para ahli agar menciptakan pakaian ruang angkasa yang harganya tak kurang dari dua juta dolar. Pakaian tersebut dipakai untuk melindungi para astronot yang sedang berada di ruang angkasa.

Sumber: www.nerdywithchildren.com

Itu pula yang telah diinformasikan oleh Al-Qur’an pada abad ketujuh Masehi, yang ketika itu belum ada seorang pun yang mengetahui seluk beluk luar angkasa.

Sebuah Teori Mematahkan Teori Lain



وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ ﴿٤٧﴾
Langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya. (QS. adz-Dzariyat [51]: 47)

Sebuah teori baru orang Barat telah berhasil mematahkan kepercayaan yang dianut oleh ilmuwan Barat sebelumnya yang meyakini bahwa alam semesta itu kekal. Namun kemudian, terbukti bahwa alam semesta memiliki permulaan dan akan berakhir.

Sumber: www.cccb.org
Gambar diatas adalah dua astronom terkemuka yaitu Arno Periaz dan W. Robert Wilson yang tengah bersandar pada antena gelombang mikro yang berbentuk terompet yang terletak di New Jersey, Amerika Serikat. Mereka adalah dua orang pertama yang berhasil mengonfirmasi bukti adanya ledakan besar (Big Bang).
                  
Dengan demikian, prinsip penciptaan yang ada di dalam Al-Qur’an membantah teori sesat tentang kekekalan materi. Sebab, faktanya sains modern dengan segenap teknologi dan teknik penghitungan canggih, yang menegaskan kekuasaan Dzat yang menciptakan alam semesta, tidak terlepas dari prinsip penciptaan bintang-bintang dalam Al-Qur’an.

Tanda Kebesaran-Mu di “Bumi” Lain



إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ ﴿٣٢﴾ كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ ﴿٣٣﴾
Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning. (QS. al-Mursalat [77]: 32-33)
         
Sumber: www.blog-guggling.blogspot.com

Gambar yang berhasil diambil dari pesawat ruang angkasa Sky Lab ini, berbentuk kembang api raksasa yang muncul pada permukaan matahari (setinggi istana). Pada saat diambil, gambar kembang api raksasa ini berbentuk seperti unta, lengkap dengan kaki, kepala, dan punuknya.

Itulah salah satu tanda kebesaran Allah di angkasa yang bisa kita lihat dan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Sebagian musafir berpendapat bahwa matahari adalah bahan dasar dari neraka. Tetapi yang benar adalah yang ditunjukkan oleh surat al-Mursalat ayat 32 di atas, yang menyebutkan bahwa matahari adalah gambaran jahanam pada Hari Kiamat nanti.

Sains Lahir dari Sudut Alam Semesta

          يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ ﴿١٠٤﴾
(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami menggulungnya lagi. Janji yang pasti Kami tepati, sungguh Kami akan melaksanakannya. (QS. al-Anbiya’ [21]: 104)

Dr. Donald Robert Carr menyebutkan, Alam semesta tak mungkin kekal. Sebab, tidak akan ada satu benda pun yang mampu memancarkan sinar sepanjang masa. Hipotesis ini sejalan dengan Hukum Kedua Termodinamika.

(sebelah kiri) Sumber: www.swco.ttu.edu
Apapun yang ada di alam semesta akan fana pada saatnya nanti. Tak terkecuali bintang-bintang perkasa yang saat dilahirkan sangat kecil dan redup, lalu berubah menjadi bintang muda yang bersinar begitu cerahnya, tapi kemudian menua. Kejadian ini akan diikuti oleh perubahan bintang tua menjadi bintang Neutron. Sesaat setelah itu—sekitar dua jam, muncullah sinar ultra violet yang amat kuat. Dan dalam beberapa hari kemudian, bintang tersebut akan berubah menjadi lebih dingin sehingga dapat masuk ke dalam spektrum merah. Setelah kondisi itu terjadi, mulailah fase tua dimana bintang mulai membesar dan menjadi sesuatu yang disebut “Raksasa Merah” (Red Giant) oleh para ilmuwan, untuk kemudian di penghujung usianya ia meledak dan menciptakan suatu kondisi yang disebut Supernova.




Benturan Antargalaksi Menghasilkan Bintang Baru


قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ ۖ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ ﴿٤٦﴾
Katakanlah, Aku hendak memperingatkan kepada kalian satu hal saja, yaitu agar kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri.Kemudian agar kalian pikirkan (tentang Muhammad), kawan kalian itu tidak gila sedikitpun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian sebelum (menghadapi) adzab yang pedih.’” (QS. Saba’ [34]: 46)

Sumber: www.astronomi.us

 Galaksi adalah suatu sistem bintang-bintang gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya saling memengaruhi satu sama lain secara gravitasional. Gambar di atas merupakan galaksi yang terdiri dari miliaran bintang dan berjarak cukup dekat dengan bumi, yaitu sekitar sepuluh juta tahun cahaya. Pada galaksi ini terlihat beberapa kali ledakan dahsyat. Apa sebenarnya yang terjadi dengan galaksi ini? Galaksi-galaksi merupakan salah satu keajaiban penciptaan yang tak pernah terbersit dalam hati manusia.


Fenomena Kematian Bintang-Bintang Raksasa


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٨﴾

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Tetapi wajah Rabbmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan?” (QS. ar-Rahman [55]: 26-28)

Sumber: en.wikipedia.org

Sebuah bintang tua oleh para ilmuwan disebut “Raksasa Merah”. Disebabkan bentuknya yang membesar dengan perubahan spektrum warna cahaya dari kuning berkilauan pada saat “muda”, menjadi merah redup pada saat “tua”. Gambar di atas juga menunjukkan titik awal dari sebuah akhir. Pasalnya, bintang ini sedang bersiap-siap meledak yang mengakibatkan dirinya hancur berkeping-keping menjadi gas dan asap untuk kemudian segera meninggalkan jagat raya menuju kematian. Saat-saat kematian itulah yang disebut “Lubang Hitam Besar” (Supermassive Black Hole) yang panjangnya hanya beberapa kilometer. Padahal, sebelumnya ia berukuran jutaan kali lebih besar dari matahari. Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan mati.


Bintang pun Seperti Manusia: Lahir, Dewasa, Tua, dan Mati


إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾
Sungguh, Rabb kalian (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.Matahari, bulan, dan bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala ciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Rabb seluruh alam.(QS. al-A’raf [7]: 54)

Sumber: www.astronomi.us

Coba kita cermati bintang-bintang yang bersinar di atas (kabut warna biru) yang lahir dari “rahim” Nebula Rosette yang terletak pada konstelasi Monoceros (wahid al-qarn/unicorn). Tanyalah kepada orang-orang kafir, siapakah yang telah mengeluarkan bintang ini dari kegelapan langit yang mati untuk kemudian memancarkan sinarnya yang indah! Berkali-kali Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah-lah yang telah menciptakan semua makhluk dari permulaan dan Dia pula yang akan menghidupkannya kembali tanpa kecuali. Termasuk di dalamnya bintang-bintang “kecil” ini yang mengorbit pada garis edarnya.


Semua Bintang Tunduk pada Sunatullah, Hidup dan Mati



يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿١٦﴾
(Luqman berkata), Wahai anakku, sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu, di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Teliti. (QS. Luqman [31]: 16)

Sumber: www.galaksi-ku.blogspot.com
Gugusan bintang-bintang ini merupakan salah satu galaksi yang terdekat dengan bumi. Dalam galaksi ini terdapat bintang-bintang muda (bersinar sangat cerah) dan bintang-bintang tua (bersinar redup). Semua ini berada di alam semesta yang terhampar luas dan menakjubkan. Di samping gerak pada orbit masing-masing, bintang –bintang ini ternyata masih melakukan gerak lain yaitu gerak mengembang laksana sebuah balon karet yang sedang ditiup. Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Pencipta.


Bintang Memancar dari Kegelapan Jagad Raya, Penciptaan yang Sangat Hebat



وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ﴿٥﴾
“Sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat (dengan bumi) dengan bintang- bintang dan Kami jadinkannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar setan.Kami sediakan bagi mereka (setan-setan) adzab neraka yang menyala-nyala.(QS. al-Mulk [67]: 5)

Sumber: www.nasa.gov
Bintang- bintang Pleiades disebut juga gugus tujuh putri dimana gugus ini terdiri dari beribu-ribu bintang. Warna biru di sekeliling bintang-bintang tersebut adalah gas yang berkumpul dan melayang-layang di antariksa.

Teleskop Jenis Apapun Tak Mampu Menjawab: Berakhirkah Keajaiban dan Kegelapan Langit?


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ ﴿١﴾
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Rabb dengan sesuatu. (QS. al-An’am [6]: 1)

Sumber: www.sonic.net
Gumpalan kabut hitam pekat bernama Bernard 86 ini berada di rasi Sagitarius. Di tengahnya tampak gelap oleh gas dan debu. Para ilmuwan yakin bahwa gumpalan seperti ini di seluruh jagad raya sangatlah banyak, melebihi yang kita lihat dari bumi tentunya, bahkan lebih banyak lagi dari apa yang kita bayangkan. Gumpalan seperti inilah yang menjadi tempat munculnya bintang-bintang baru, seperti juga Nebula.

Wahai Anak Adam, Kalian Tidak Ada Apa-Apanya!

Kita—manusia, hanyalah sebuah materi yang sangat kecil di tengah tata surya yang juga tidak ada apa-apanya di tengah ratusan galaksi yang terdiri dari seratus miliar lebih bintang dimana matahari merupakan bintang paling kecil di antara miliaran bintang tersebut.

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَّحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ ﴿٣٢﴾

Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, awan, dan lain-lain) (QS. al-Anbiya’ [21]: 32)

Sumber: www.hindustantimes.com
Ini adalah gambar galaksi kita yang sederhana dan kecil bentuknya karena hanya terdiri dari seratus miliar bintang. Galaksi yang kita tempati ini disebut galaksi Bima Sakti (Milky Way/Kabut Susu) karena warnanya yang putih seperti susu. Galaksi ini memiliki bentuk spiral berlengan. Sementara matahari sama sekali tidak tampak pada gambar ini. Tetapi letaknya kira-kira di sekitar ujung spiral bagian kiri. Di tengah alam semesta, matahari hanyalah sebuah noktah yang sangat kecil dan hampir tak terlihat sama sekali.

Al-Qur’an Menjawab: Bagaimana Alam Semesta Berawal dan Berakhir?



مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنذِرُوا مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾ قُلْ أَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِّن قَبْلِ هَـٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِّنْ عِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٤﴾
Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Namun, orang-orang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka. Katakanlah (Muhammad),Terangkanlah (kepadaku) tentang apa yang kalian sembah selain Allah, perlihatkan kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (Al-Qur’an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kalian orang yang benar.’” (QS. al-Ahqaf [46]: 3-4)

Sumber: www.fbcdn.net
Sepanjang abad 19 M dan paruh pertama abad 20 M , pemikiran para ilmuwan telah dikuasai oleh sebuah teori yang menafikan eksistensi Dzat Yang Maha Pencipta. Kendati umat manusia banyak yang terjerumus ke dalam perangkap teori sesat, Al-Qur’an tetap bertahan menyampaikan kebenaran yang nyata dan menghadapi terpaan badai yang tengah menerpa sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Al-Qur’an tetap tegak di tengah cercaan dan hinaan yang dilontarkan orang-orang bodoh yang selalu mengikuti jalan sesat. Oleh karena itu, ada baiknya kita menyimak beberapa pertanyaan yang diajukan Al-Qur’an berikut ini.

Al-Qur’an Menyibak Awal Mula Jagad Raya


ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ ﴿١١﴾ فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿١٢﴾
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada Bumi, Datanglah kalian menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa. Keduanya menjawab, Kami datang dengan patuh. Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dan dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan Bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.(QS. Fushshilat [41]: 11-12)

Sumber: www.wired.com
Nebula yang besar ini berada di rasi Gemini. Nebula ini berupa kabut yang merupakan tempat lahirnya bintang-bintang. Selama ini para ilmuwan belum bisa mengetahui rahasia ini. Hal ini wajar karena akal manusia terbatas dan lemah ketika dihadapkan pada rahasia di balik alam semesta yang maha luas ini, sampai akhirnya datanglah Al-Qur’an membawa berita yang meyakinkan.

My Other Site

You're Trespasser Number:

CHAT WITH ME?

TRANSLATE

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
free counters
IP