Akbar's Scratch

My photo
One of Indonesian people. A Moslem Doctor. My dreams is my adventures, and my adventures is my life.

Popular Posts

Categories

Blog Archive

Angina Pectoris bukan Angin Duduk (?)

Banyak masyarakat awam mengira bahwa kematian mendadak dari kerabatnya merupakan suatu penyakit yang dinamakan angin duduk. Dalam dunia medis, tidak pernah ada yang namanya "angin duduk" itu. Istilah yang sebenarnya adalah gangguan pada jantung yang disebut angina pectoris. Untuk lebih jelasnya apa yang dimaksud dengan angina pectoris itu, mari kita baca ulasan dan pembahasan mengenai gangguan jantung berikut ini.

Angina pectoris ialah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan kiri. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu pasien melakukan aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. 


Sakit dada pada angina pectoris disebabkan karena timbulnya iskemia miokard, karena berkurangnya suplai darah dan oksigen ke jaringan miokard (jaringan pembungkus jantung). Aliran darah berkurang karena penyempitan pembuluh darah koroner (arteri yang memperdarahi jantung). Penyempitan terjadi karena proses aterosklerosis (pengendapan lemak atau kolesterol di pembuluh darah) atau spasme (kejang) pada pembuluh darah koroner. Pada awalnya suplai darah tersebut walaupun berkurang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan miokard pada waktu istirahat, tetapi tidak cukup bila kebutuhan oksigen miokard meningkat seperti pada waktu pasien melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Oleh karena itu sakit pada angina pectoris ini timbul pada waktu pasien melakukan aktivitas fisik misalnya sedang berjalan cepat atau berjalan mendaki atau bahkan untuk begadang.


Keajaiban Tulang Sulbi Manusia Seperti Hadits Nabi SAW

Tulang sulbi atau dengan bahasa Inggrisnya adalah Coccyx ini adalah bagian tulang dari tubuh manusia. Terletak pada bahagian tulang belakang paling bawah. Tulang sulbi merupakan tulang yang pertama kali ketika manusia diciptakan oleh Allah. Dari tulang inilah nantinya manusia dibangunkan pada hari akhirat. Hebatnya lagi tulang sulbi ini tak akan hancur dimakan tanah.


Tulang sulbi sering disebutkan dalam hadits yaitu, dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Sesungguhnya bahagian tubuh manusia akan rosak, kecuali “tulang sulbi”, dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir” (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Dan ada satu lagi hadits tentang tulang sulbi ini:

Dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Ada satu tulang yang tidak akan dimakan tanah. Mereka bertanya,”tulang apa ya Rasul?” Nabi menjawab” Tulang Sulbi”. (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah)

Fakta bahwa hadits ini benar:


Janin yang Terlindungi



خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَ‌ٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ ﴿٦﴾
“... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az-Zumar [39]: 6)


Gambar ini membuat semua berfikir bagaimana Allah Azza wa Jalla menjadikan lendir-lendir ini sebagai wakil (pelindung) dari seorang janin tatkala ia berada di dalam kandungan ibunya, di saat dia tidak punya siapa-siapa melainkan Allah Azza wa Jalla.

Peristiwa Jatuhnya Benda Langit yang Diinformasikan Al-Qur’an


أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ﴿١٦﴾ أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ﴿١٧﴾
Atau sudah merasa amankah kalian, Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepada kalian? Namun kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku. Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan(rasul-rasul-Nya).Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!” (QS. al-Mulk [67]: 17-18)

Sumber: www.kabartop.com

Tim Gehryl telah berhasil menghitung jumlah asteroid yang garis orbitnya bersinggungan dengan garis orbit bumi sehingga menjadi ancaman serius bagi bumi. Pada penghujung dekade 80-an, tim ini berhasil menemukan sekitar 15 buah asteroid yang memiliki ukuran yang cukup berbahaya terhadap kehidupan manusia di muka bumi. Dan kini, jumlah itu telah bertambah menjadi 35 buah.

Pada tahun 1994, setidaknya ada 100 asteroid berbahan dasar logam yang melintasi orbit bumi.Rata-rata diameter asteroid tersebut 20 mil sehingga apabila berbenturan dengan bumi bisa memusnahkan seluruh kehidupan yang ada di muka bumi.

Al-Qur’an Menantang Dunia



وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِّن مَّاءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٤٥﴾
Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. an-Nur [24]: 45)
         


Makhluk-makhluk di atas memiliki bentuk dan rupa yang menakjubkan sekaligus aneh—karena kita belum pernah melihat yang seperti itu. Mereka juga mendapat rezeki dan mengalami kematian seperti makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain.

Dr. Frank Dryk yang bertanggung jawab atas program pencarian makhluk berakal di galaksi-galaksi alam semesta, menerangkan tentang makhluk luar angkasa dalam satu karyanya: “Apakah di sana ada orang?” apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Dr. Frank Dryk menuliskan: “Dari jarak jauh dengan cahaya yang temaram, mereka akan dianggap manusia. Mereka juga memiliki kepala dan mata. Tetapi bedanya, makhluk luar angkasa ini memiliki empat tangan, bukan dua, dan diyakini mereka juga mati dengan cara biasa.

Satelit Bukanlah Makhluk Bergerak yang Bernyawa


 وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِّنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ ﴿٨٢﴾

Apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka (orang-orang kafir) bahwa manusia pendahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (QS. an-Naml [27]: 82)

Pada saat kekufuran merebak, satelit-satelit diterbangkan dari bumi untuk mengungkap misteri di balik alam semesta dan menggali pengetahuan akan hakikat jagat raya yang amat luas ini. Namun, apakah mungkin satelit-satelit itu adalah binatang melata yang telah dinobatkan Al-Qur’an dalam surat an-Naml ayat 82 di atas? Namun menurutku yang disebut sebagai makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan pada orang-orang kafir bahwa manusia pendahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Al-Qur’an adalah keluarnya Ya’jud Ma’jud pada saat Hari Kiamat nanti. 

www.space.com


Haruskah Kita Berdakwah di Bumi Lain?


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ﴿١٢﴾
Allah menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. ath-Thalaq [65]: 12)

Sumber: www.space.com

Abu Dhahi meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas membaca ayat, Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Lalu Ibnu berkata, Ada tujuh bumi dan di setiap bumi terdapat nabi-nabi seperti nabi-nabi kalian. Ada Adam seperti Nabi Adam, ada Nuh seperti Nabi Nuh, ada Ibrahim seperti Nabi Ibrahim, dan ada Isa seperti Nabi Isa. Imam Baihaqi menyatakan bahwa sanad riwayat ini shahih dari Ibnu Abbas.

          وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۩ ﴿١٥﴾
Semua sujud kepada Allah, baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan petang hari. (QS. ar-Ra’d [13]: 15)

Seribu tahun yang lalu, ulama tafsir telah menjawab beberapa pertanyaan yang dibingungkan para astronom saat ini. Alam semesta yang amat luas ini dipadati oleh mereka yang senantiasa bertasbih, makhluk berakal, makhluk tidak berakal, dan ciptaan-ciptaan lain yang kehebatannya tidak bisa diketahui siapa pun kecuali oleh Allah, betul tidak?

Bumi: Nikmat Allah yang Amat Seimbang dan Menakjubkan


وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٣﴾
Allah-lah yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya.Padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan.Dia menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya itu merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.(QS. ar-Ra’d [13]: 3)



Dr. Edward Luther menyebutkan bahwa Hukum Kedua Termodinamika semakin jelas menunjukkan kesalahan teori kekekalan materi. Sains manapun telah menunjukkan dengan jelas bahwa alam semesta ini tidak mungkin kekal disebabkan perpindahan kalor dari benda panas ke benda dingin terus terjadi. Hukum ini menunjukkan bahwa alam semesta sedang bergerak menuju kesetimbangan termal, dimana semua materi akan memiliki suhu yang setimbang yaitu pada saat dingin dan pada akhirnya semua sumber energi akan habis. Ketika itu terjadi, maka proses kimia dan fisika tidak mungkin lagi terjadi. Akibatnya, kehidupan di jagat raya akan berhenti.


Pendapat Paling Tepat tentang Bumi dan Bulan



أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَ‌ٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَ‌ٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٧٠﴾
Tidaklah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. (QS. al-Hajj [22]: 70)


Menyambung postingan sebelumnya, gambar-gambar ini diambil dari Science Journal.


Gambar (1): Sebuah teori klasik menyatakan bahwa sejak awal terbentuknya, bulan adalah sebuah benda gelap, kemudian ditarik oleh bumi untuk mengelilinginya. Namun, sejumlah perjalanan ke bulan telah membuktikan bahwa teori itu keliru. 

Gambar (2): Sebuah perubahan mendasar terjadi pada pendapat para ilmuwan yang menyatakan bahwa bulan merupakan pecahan dari bumi pada saat bumi baru terbentuk.

Gambar (3): Pada mulanya bulan bersinar seperti matahari, tetapi kemudian mendingin dan padam.

Gambar (4): Sebuah teori mutakhir menyatakan bahwa sebuah hantaman pada permukaan bumi telah menyebabkan terbentuknya bulan dengan kondisi yang amat panas dan bersinar seperti matahari. Namun, kemudian sinar bulan padam seiring perjalanan waktu.

Menjelajahi Luar Angkasa Bersama Al-Qur’an



يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَ‌ٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٢٥﴾
“…Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. al-An’am [6]: 125)


Siapakah sebenarnya yang telah memberi tahu Nabi Muhammad tentang hubungan antara dada manusia dengan terbang ke langit (luar angkasa)? Itulah yang ditegaskan sains modern tentang ruang angkasa yang telah dibuktikan melalui berbagai observasi. Observasi ini telah mendorong para ahli agar menciptakan pakaian ruang angkasa yang harganya tak kurang dari dua juta dolar. Pakaian tersebut dipakai untuk melindungi para astronot yang sedang berada di ruang angkasa.

Sumber: www.nerdywithchildren.com

Itu pula yang telah diinformasikan oleh Al-Qur’an pada abad ketujuh Masehi, yang ketika itu belum ada seorang pun yang mengetahui seluk beluk luar angkasa.

Sebuah Teori Mematahkan Teori Lain



وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ ﴿٤٧﴾
Langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya. (QS. adz-Dzariyat [51]: 47)

Sebuah teori baru orang Barat telah berhasil mematahkan kepercayaan yang dianut oleh ilmuwan Barat sebelumnya yang meyakini bahwa alam semesta itu kekal. Namun kemudian, terbukti bahwa alam semesta memiliki permulaan dan akan berakhir.

Sumber: www.cccb.org
Gambar diatas adalah dua astronom terkemuka yaitu Arno Periaz dan W. Robert Wilson yang tengah bersandar pada antena gelombang mikro yang berbentuk terompet yang terletak di New Jersey, Amerika Serikat. Mereka adalah dua orang pertama yang berhasil mengonfirmasi bukti adanya ledakan besar (Big Bang).
                  
Dengan demikian, prinsip penciptaan yang ada di dalam Al-Qur’an membantah teori sesat tentang kekekalan materi. Sebab, faktanya sains modern dengan segenap teknologi dan teknik penghitungan canggih, yang menegaskan kekuasaan Dzat yang menciptakan alam semesta, tidak terlepas dari prinsip penciptaan bintang-bintang dalam Al-Qur’an.

Tanda Kebesaran-Mu di “Bumi” Lain



إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ ﴿٣٢﴾ كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ ﴿٣٣﴾
Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning. (QS. al-Mursalat [77]: 32-33)
         
Sumber: www.blog-guggling.blogspot.com

Gambar yang berhasil diambil dari pesawat ruang angkasa Sky Lab ini, berbentuk kembang api raksasa yang muncul pada permukaan matahari (setinggi istana). Pada saat diambil, gambar kembang api raksasa ini berbentuk seperti unta, lengkap dengan kaki, kepala, dan punuknya.

Itulah salah satu tanda kebesaran Allah di angkasa yang bisa kita lihat dan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Sebagian musafir berpendapat bahwa matahari adalah bahan dasar dari neraka. Tetapi yang benar adalah yang ditunjukkan oleh surat al-Mursalat ayat 32 di atas, yang menyebutkan bahwa matahari adalah gambaran jahanam pada Hari Kiamat nanti.

Sains Mematahkan Kebohongan Para Pendeta dan Kisah Israiliyat



Dulu, para pendeta Nasrani selalu mengatakan bahwa tuhan mereka telah menitis pada diri Kristus. Mereka juga meyakini bahwa anak tuhan adalah benar, kudus, dan telah menciptakan kehidupan. Tetapi kemudian diperolehlah foto yang menakjubkan berikut yang menunjukkan kekerdilan Tata Surya ketika dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti. Gambar berikut menunjukkan besar bumi yang kita diami yang sama sekali tak terlihat karena terhalang cahaya matahari.

Sumber: www.drdale.com
          
Bagaimana mungkin tuhan orang-orang Nasrani mengecil sehingga tampak seperti bakteri, untuk kemudian disalib di atas sebuah noktah renik kebiru-biruan yang sama sekali tak berarti di tengah jagat raya yang dijejali benda-benda langit dan bintang-gemintang yang amat tak terhingganya ini. Tuhan seperti itu adalah tuhan versi bumi yang sesuai khayalan para pengarang dan penyeleweng Taurat dan Injil dengan segala kebodohan mereka ketika meyakini bahwa bumilah yang menjadi pusat alam semesta dan hanya satu-satunya permainan kehidupan ini diadakan. Itulah bukti terbatasnya akal manusia…

Sumber: www.hidupkatolik.com

Sains Lahir dari Sudut Alam Semesta

          يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ ﴿١٠٤﴾
(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami menggulungnya lagi. Janji yang pasti Kami tepati, sungguh Kami akan melaksanakannya. (QS. al-Anbiya’ [21]: 104)

Dr. Donald Robert Carr menyebutkan, Alam semesta tak mungkin kekal. Sebab, tidak akan ada satu benda pun yang mampu memancarkan sinar sepanjang masa. Hipotesis ini sejalan dengan Hukum Kedua Termodinamika.

(sebelah kiri) Sumber: www.swco.ttu.edu
Apapun yang ada di alam semesta akan fana pada saatnya nanti. Tak terkecuali bintang-bintang perkasa yang saat dilahirkan sangat kecil dan redup, lalu berubah menjadi bintang muda yang bersinar begitu cerahnya, tapi kemudian menua. Kejadian ini akan diikuti oleh perubahan bintang tua menjadi bintang Neutron. Sesaat setelah itu—sekitar dua jam, muncullah sinar ultra violet yang amat kuat. Dan dalam beberapa hari kemudian, bintang tersebut akan berubah menjadi lebih dingin sehingga dapat masuk ke dalam spektrum merah. Setelah kondisi itu terjadi, mulailah fase tua dimana bintang mulai membesar dan menjadi sesuatu yang disebut “Raksasa Merah” (Red Giant) oleh para ilmuwan, untuk kemudian di penghujung usianya ia meledak dan menciptakan suatu kondisi yang disebut Supernova.




Benturan Antargalaksi Menghasilkan Bintang Baru


قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ ۖ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ ﴿٤٦﴾
Katakanlah, Aku hendak memperingatkan kepada kalian satu hal saja, yaitu agar kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri.Kemudian agar kalian pikirkan (tentang Muhammad), kawan kalian itu tidak gila sedikitpun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian sebelum (menghadapi) adzab yang pedih.’” (QS. Saba’ [34]: 46)

Sumber: www.astronomi.us

 Galaksi adalah suatu sistem bintang-bintang gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya saling memengaruhi satu sama lain secara gravitasional. Gambar di atas merupakan galaksi yang terdiri dari miliaran bintang dan berjarak cukup dekat dengan bumi, yaitu sekitar sepuluh juta tahun cahaya. Pada galaksi ini terlihat beberapa kali ledakan dahsyat. Apa sebenarnya yang terjadi dengan galaksi ini? Galaksi-galaksi merupakan salah satu keajaiban penciptaan yang tak pernah terbersit dalam hati manusia.


Fenomena Kematian Bintang-Bintang Raksasa


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٨﴾

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Tetapi wajah Rabbmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan?” (QS. ar-Rahman [55]: 26-28)

Sumber: en.wikipedia.org

Sebuah bintang tua oleh para ilmuwan disebut “Raksasa Merah”. Disebabkan bentuknya yang membesar dengan perubahan spektrum warna cahaya dari kuning berkilauan pada saat “muda”, menjadi merah redup pada saat “tua”. Gambar di atas juga menunjukkan titik awal dari sebuah akhir. Pasalnya, bintang ini sedang bersiap-siap meledak yang mengakibatkan dirinya hancur berkeping-keping menjadi gas dan asap untuk kemudian segera meninggalkan jagat raya menuju kematian. Saat-saat kematian itulah yang disebut “Lubang Hitam Besar” (Supermassive Black Hole) yang panjangnya hanya beberapa kilometer. Padahal, sebelumnya ia berukuran jutaan kali lebih besar dari matahari. Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan mati.


Bintang pun Seperti Manusia: Lahir, Dewasa, Tua, dan Mati


إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾
Sungguh, Rabb kalian (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.Matahari, bulan, dan bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala ciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Rabb seluruh alam.(QS. al-A’raf [7]: 54)

Sumber: www.astronomi.us

Coba kita cermati bintang-bintang yang bersinar di atas (kabut warna biru) yang lahir dari “rahim” Nebula Rosette yang terletak pada konstelasi Monoceros (wahid al-qarn/unicorn). Tanyalah kepada orang-orang kafir, siapakah yang telah mengeluarkan bintang ini dari kegelapan langit yang mati untuk kemudian memancarkan sinarnya yang indah! Berkali-kali Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah-lah yang telah menciptakan semua makhluk dari permulaan dan Dia pula yang akan menghidupkannya kembali tanpa kecuali. Termasuk di dalamnya bintang-bintang “kecil” ini yang mengorbit pada garis edarnya.


Semua Bintang Tunduk pada Sunatullah, Hidup dan Mati



يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿١٦﴾
(Luqman berkata), Wahai anakku, sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu, di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Teliti. (QS. Luqman [31]: 16)

Sumber: www.galaksi-ku.blogspot.com
Gugusan bintang-bintang ini merupakan salah satu galaksi yang terdekat dengan bumi. Dalam galaksi ini terdapat bintang-bintang muda (bersinar sangat cerah) dan bintang-bintang tua (bersinar redup). Semua ini berada di alam semesta yang terhampar luas dan menakjubkan. Di samping gerak pada orbit masing-masing, bintang –bintang ini ternyata masih melakukan gerak lain yaitu gerak mengembang laksana sebuah balon karet yang sedang ditiup. Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Pencipta.


Bintang Memancar dari Kegelapan Jagad Raya, Penciptaan yang Sangat Hebat



وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ﴿٥﴾
“Sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat (dengan bumi) dengan bintang- bintang dan Kami jadinkannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar setan.Kami sediakan bagi mereka (setan-setan) adzab neraka yang menyala-nyala.(QS. al-Mulk [67]: 5)

Sumber: www.nasa.gov
Bintang- bintang Pleiades disebut juga gugus tujuh putri dimana gugus ini terdiri dari beribu-ribu bintang. Warna biru di sekeliling bintang-bintang tersebut adalah gas yang berkumpul dan melayang-layang di antariksa.

Teleskop Jenis Apapun Tak Mampu Menjawab: Berakhirkah Keajaiban dan Kegelapan Langit?


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ ﴿١﴾
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Rabb dengan sesuatu. (QS. al-An’am [6]: 1)

Sumber: www.sonic.net
Gumpalan kabut hitam pekat bernama Bernard 86 ini berada di rasi Sagitarius. Di tengahnya tampak gelap oleh gas dan debu. Para ilmuwan yakin bahwa gumpalan seperti ini di seluruh jagad raya sangatlah banyak, melebihi yang kita lihat dari bumi tentunya, bahkan lebih banyak lagi dari apa yang kita bayangkan. Gumpalan seperti inilah yang menjadi tempat munculnya bintang-bintang baru, seperti juga Nebula.

My Other Site

You're Trespasser Number:

CHAT WITH ME?

TRANSLATE

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
free counters
IP